Badai Salju Kubur Mobil-Mobil di New York

Badai Salju Kubur Mobil-Mobil di New York. Pemerintah New York mengeluarkan pernyataan keadaan darurat terkait badai salju yang melanda sepanjang wilayah pesisir timur Amerika Serikat.

Badai ekstrem ini telah menimbulkan tumpukan salju di jalanan hingga hampir mengubur mobil-mobil yang parkir di pinggir jalan.

Warga menggali mobilnya yang terkubur salju tebal setelah badai musim dingin melanda di Kota Manhattan di New York, AS (2/2/2021). Pemerintah New York mengeluarkan pernyataan keadaan darurat terkait badai salju yang melanda sepanjang wilayah pesisir timur Amerika Serikat.

Hujan salju yang deras disertai angin kencang melanda Kota New York dan beberapa daerah di sejumlah negara bagian di kawasan Timur Laut Pantai Amerika Serikat.

Badan Meteorologi AS telah memperingatkan warga yang berada di 14 negara bagian yang akan dilintasi badai musim dingin tersebut.

Pantauan Badan Meteorologi AS, pada Kamis dini hari waktu setempat, di sebagian wilayah kecepatan angin mencapai 120 Km/jam, merusak ratusan rumah dan menumbangkan pohon. Tumpukan salju yang terhembus angin menyebabkan jalanan licin mengakibatkan sejumlah kecelakaan kendaraan yang mematikan.

Timbunan salju di Kota New York, Philadelphia dan Boston rata-rata mencapai 6 hingga 12 inchi, lebih tinggi dibanding badai salju yang terjadi beberapa tahun lalu. Bahkan di Kota Albany, Ibu Kota Negara Bagian New York mencapai 22 inchi lebih.

Tercatat terjadi sebanyak 600 kecelakaan lalu lintas di jalan raya dan dua orang tewas akibat kecelakaan imbas salju yang tersapu angin sehingga mengganggu lalu lintas.

Gubernur New York Andre Cuomo memberlakukan kondisi darurat di 18 daerah setingkat kota/kabupaten di Negara Bagian New York. Wali Kota New Yor, Bil De Blasio juga meliburkan sekolah yang dihadiri siswa yang memilih belajar tatap muka di masa pandemi ini.

Sebanyak 600 jadwal penerbangan sempat ditunda imbas badai salju di New York. Beberapa bandara tertutup tumpukan salju mencapai 20 cm sehingga terpaksa ditutup untuk keselamatan penerbangan.

United Airlines mengalami paling banyak pembatalan, yakni membatalkan 103 penerbangan. Southwest membatalkan 64 dan JetBlue membatalkan 63. Delta dan American membatalkan masing-masing sekitar 50 penerbangan.

Leave a Reply