Kondisi Buruknya Covid-19 Di Indonesia, Kasus Positif Naik 92% dalam Sebulan

FOTO: Lampaui 1 Juta Kasus, Covid-19 di RI Makin Tak Terkendali

Najica.com – Dalam beberapa waktu ke belakang, masyarakat Indonesia dibuat geger oleh kembali naiknya kasus corona. Hal ini diduga ditengarai terjadi usai libur Lebaran dan maraknya kemunculan varian baru corona di sejumlah wilayah.

Sejumlah indikator word play here mengonfirmasi situasi tersebut. Hampir semua indikator penanganan corona memburuk, mulai dari pertumbuhan kasus positif, positivity rate, hingga naiknya kematian di pekan ke-68 penularan corona atau periode 14-20 Juni 2021.

Lantas bagaimana rupa data indikator corona RI tersebut?

Pertumbuhan Kasus Positif Meroket 92%.

Puncak kasus corona dalam sepekan di Indonesia terjadi pada akhir Januari 2021 lalu sebesar 89.052. Setelahnya, kasus corona cenderung menurun setelah dihelatnya vaksinasi.

Meski demikian, dua pekan ke belakang kasus corona kembali naik signifikan dan angkanya mendekati puncak kasus tersebut. Pekan lalu (8-13 Juni) kasus naik sebesar 55.320. Lalu pekan ini pertumbuhan kasus meroket ke angka 78.551 atau 41,99 persen.

Apabila datanya dilihat sebulan, maka pertumbuhan kasus corona di Indonesia naik 92 persen. Tepatnya terhitung sejak periode 24-20 Mei 2021 hingga 14-20 Juni 2021.

2-8 Maret 20209-15 Maret 202016-22 Maret 202023-29 Maret 202030 Maret-5 April 20206-12 April 202013-19 April 202020-26 April 202027 April-3 Mei 20204-10 Mei 202011-17 Mei 202018-24 Mei 202025 Mei-31 Juni 20201-7 Juni 20208-14 Juni 202015-21 Juni 202022-28 Juni 202029 Juni-5 Juli 20206-12 Juli 202013-19 Juli 202020-26 Juli 202027 Juli-2 Agustus 20203-9 Agustus 202010-16 Agustus 202017-23 Agustus 202024-30 Agustus 202031 Agustus – 6 September 20207-13 September 202014-20 September 202021-27 September 202028 September-4 Oktober 20205-11 Oktober 202012-18 Oktober 202019-25 Oktober 202026 Oktober-1 November 20202-8 November 20209-15 November 202016-22 November 202023-29 November 202030 November-6 Desember 20207-13 Desember 202014-20 Desember 202021-27 Desember 202028 Desember 2020-3 Januari 20214-10 Januari 202111-17 Januari 202118-24 Januari 202125-31 Januari 20211-7 Februari 20218-14 Februari 202115-21 Februari 202122-28 Februari 20211-7 Maret 20218-14 Maret 202115-21 Maret 202122-28 Maret 202129 Maret – 4 April 20215-11 April 202112-18 April 202119-25 April 202126-2 Mei 20213-9 Mei 202110-16 Mei 202117-23 Mei 202124-30 Mei 202131 Mei-6 Juni 20217-13 Juni 202114-20 Juni 2021090.00080.00070.00060.00050.00040.00030.00020.00010.000
Posivity Rate Ikut Naik ke 17,74 Persen

Jumlah tes corona individu di Indonesia pekan ini sebesar 442.899. Jumlah tes itu lebih rendah ketimbang pekan lalu yang tercatat di 445.907 atau rekor tes pekanan terbanyak selama pandemi.

Penurunan tes corona antigen-PCR-TCM ke individu yang dibarengi dengan kenaikan kasus positif membuat angka indikator positivity rate naik.

Kenaikan indikator positivity price adalah sinyal buruk, sebab menjadi pertanda bahwa pada jumlah tertentu orang yang dites semakin banyak rasio orang yang ditemukan positif corona.

Pada pekan ini, angka positivity price corona RI ada di degree 17,74 persen, naik ketimbang pekan lalu yang bertengger di angka 12,41 persen.

WHO memberi standar corona terkendali jika positivity rate maksimal di angka 5 persen. Artinya indikator positivity rate RI pekan ini semakin menjauhi standar tersebut.

Angka Kematian Naik 516 Orang

Kondisi buruk juga terjadi pada indikator angka kematian dan kesembuhan. Pertumbuhan angka kematian pekan ini naik sebesar 1.783. Jumlah ini mengalami lonjakan sebesar 516 orang ketimbang kematian pekan lalu yang ada di angka 1.267.

Sementara angka kesembuhan justru anjlok. Dari pekan lalu tercatat 39.120 orang, pekan ini hanya tercatat sembuh sebesar 27.038. ksimal di angka 5 persen. Artinya indikator positivity price RI pekan ini semakin menjauhi standar tersebut.

Tingkat Kesembuhan Menurun

Turunnya angka kesembuhan corona di Indonesia berimbas pada turunnya tingkat kesembuhan. Pekan lalu tingkat kesembuhan tercatat sebesar 70,72 persen, sementara pekan ini hanya sebesar 34,42 persen.

Satu-satunya indikator positif ada di tingkat kematian. Tingkat kematian corona RI turun tipis pekan ini dari 2,29 persen ke 2,27 persen.

Meski demikian perlu diingat bahwa tingkat kematian ini dihitung dengan membandingkan rasio jumlah kematian pekan ini dan jumlah kasus positif pekan ini.

Jika jumlah kematian pekan ini bertambah dibarengi dengan jumlah kasus positif yang melonjak signifikan, tingkat kematian bisa jadi malah turun lantaran jumlah pembanding yang lebih besar angkanya.

Artinya, penurunan tingkat kematian terjadi bukan karena performa penanganan corona membaik. Namun, karena jumlah kasusnya makin banyak, sehingga menutupi peningkatan angka kematian tersebut.

Leave a Reply