Seorang Pria di Singapura di Vonis Karena Mencuri Bendera Arab Saudi di Kedutaan

Seorang Pria Mencuri Bendara Arab Saudi di Kedutaan | Najica.com

Najica – Seorang pria Singapura yang telah keluar masuk penjara sejak 2005 kembali dijatuhi hukuman penjara pada Rabu (27/10) karena mencuri bendera di luar kedutaan Arab Saudi. Pria ini juga diketahui menyerang neneknya berusia 81 tahun yang menderita demensia.

Mohammad Halimun Mohammad Shaifful (33) divonis 11 bulan penjara. Dia mengaku bersalah atas tiga tuduhan pencurian dan secara sengaja menyebabkan luka pada orang yang lemah, dengan dua tuduhan lainnya dipertimbangkan.

Dilansir Channel Information Asia, pada 16 Juni lalu Halimun sedang berada di rumah bersama neneknya, ayahnya, dan ART keluarga dan saat itu Halimun berada di dapur untuk menyiapkan makanan.

Neneknya, yang menderita demensia dan membutuhkan tongkat untuk berjalan, pergi ke dapur padahal tujuannya ke commode. Dia berdiri di depan pintu bathroom, yang berada tepat di belakang Halimun.

Halimun tiba-tiba berbalik, menendang pinggul neneknya dan menampar pipinya. Perempuan tua itu berteriak kesakitan dan ART meminta bantuan.
Ayah Halimun sedang tidur siang di ruang tamu dan berlari ke dapur di mana ART menceritakan apa yang terjadi. Khawatir dengan korban dan keluarga, dia mengusir putranya dan keluarga tidak mengizinkannya kembali ke rumah.

Adik Halimun menelepon polisi pada hari yang sama, dan korban kemudian dibawa untuk mendapatkan perawatan medis. Dia diberi resep obat penghilang rasa sakit akibat memar di bagian dada.

Pada 31 Juli, Halimun mencuri sebotol minuman Pokka Honey Lemon dari supermarket di Tranquility Centre. Seorang karyawan di toko itu menelepon polisi dan mengatakan dia telah mencuri dua kali tetapi para pekerja di sana semuanya perempuan dan “takut mendekatinya”.

Pada 1 Agustus pukul 12.30, Halimun menurunkan bendera Arab Saudi dari tiang benderanya di luar Kedutaan Besar Kerajaan Arab Saudi dan mengambilnya. Dua hari kemudian, staf kedutaan menelepon polisi mengatakan bendera nasional mereka hilang, dan Halimun diidentifikasi melalui rekaman CCTV.

Halimun kemudian ditangkap empat hari setelah pencurian dan bendera ditemukan di tasnya. Halimun ditahan sejak saat itu.

Wakil Jaksa Penuntut Umum Seah Ee Wei menuntutnya sembilan sampai 12 bulan penjara, dengan mencantumkan rangkaian panjang hukuman masa lalu Halimun yang dimulai dengan menjadi anggota majelis yang melanggar hukum pada tahun 2005.

Dia dihukum beberapa kali selama bertahun-tahun karena berbagai kasus seperti pelanggaran kriminal kepercayaan, merusak rumah, intimidasi kriminal dan pencurian, dan berada di pusat rehabilitasi narkoba beberapa kali untuk pelanggaran terkait narkoba.

Hukuman terakhirnya adalah pada September 2020, di mana ia dipenjara karena mencuri barang-barang termasuk telepon.

Seah mengatakan Halimun telah kembali melakukan pelanggaran dalam waktu setengah tahun setelah pembebasan terakhirnya dari penjara, dan pernah dihukum karena kasus kekerasan sebelumnya.

Halimun, yang tidak didampingi kuasa hukum, tidak mengatakan apa-apa dalam pembelaan. Dia tidak memberikan alasan apa pun atas pencurian atau penyerangan terhadap neneknya.

Leave a Reply