Vaksin Pfizer dan AstraZeneca Sangat Ampuh Lawan Covid-19 Varian India

Efikasi Vaksin Pfizer Dituding Hanya 19 Persen

Najica.com – Vaksin Pfizer-BioNTech dan Oxford-AstraZeneca sangat ampuh atau efektif melawan varian virus corona yang pertama kali ditemukan di India, menurut sebuah penelitian yang dilakukan Public Health England (PHE) atau Kesehatan Masyarakat Inggris.

Vaksin Pfizer 88 persen efektif dan AstraZeneca 60 persen efektif melawan varian dengan kode B1617.2 itu setelah dosis kedua. Kedua vaksin lebih efektif melawan varian “Kent” atau B. 1.1.7, varian Covid-19 yang dominan ditemukan di Inggris, di mana Pfizer 93 persen efektif sementara vaksin AstraZeneca 66 persen efektif pada periode yang sama.

Namun demikian, kedua vaksin hanya 33 persen efektif pada tiga pekan setelah dosis pertama.

Menteri Kesehatan Inggris, Matt Hancock menggambarkan hasil penelitian tersebut sebagai “terobosan”, sementara PHE mengatakan pihaknya berharap dapat melihat tingkat kemanjuran yang lebih tinggi untuk mencegah rawat inap dan kematian.

“Bukti baru ini merupakan terobosan dan membuktikan betapa bernilainya program vaksinasi Covid-19 kita dalam melindungi orang-orang yang kita cintai,” kata Hancock, dilansir Al Jazeera, Senin (24/5).

Awal bulan ini, WHO menyebut varian B1617.2 sebagai varian yang menjadi perhatian global.

Penelitian tersebut, yang dilaksanakan antara 5 April dan 16 Mei, menemukan kedua vaksin 33 persen efektif melawan penyakit bergejala dari varian B1617.2 tiga pekan setelah dosis pertama, dibantingkan dengan 50 persen ampuh melawan varian B. 1.1.7.

Sebanyak 12.675 kasus pengurunan genom dimasukkan dalam analisis, tapi hanya 1.054 merupakan varian yang ditemukan di India. Penelitian tersebut mencakup data semua kelompok usia dari 5 April meliputi periode sejak varian tersebut muncul.

Information baru dari PHE menunjukkan terdapat sedikitnya 2.889 kasus varian B1617.2 tercatat di Inggris sejak 1 Februari sampai 18 Mei tahun ini.

Dari jumlah itu, 104 kasus pasien dilarikan ke UGD, 31 rawat, dan enam kasus kematian.

Varian yang paling umum di Inggris, menurut information tersebut, adalah varian B. 1.1.7, dengan 132.082 kasus tercatat pada periode yang sama. Virus corona telah menginfeksi 4,46 juta orang di Inggris dan menyebabkan 128.000 kematian sejak wabah dimulai tahun lalu.

“Penelitian ini memberikan jaminan bahwa dua dosis dari masing-masing vaksin memberikan tingkat perlindungan tinggi melawan penyakit bergejala dari varian B1617.2,” jelas Kepala Imunisasi PHE, Dr Mary Ramsay.

“Kami harap vaksin bisa jauh lebih efektif dalam mencegah rawat inap dan kematian, jadi penting untuk mendapatkan dua dosis untuk mendapatkan perlindungan maksimal terhadap semua varian yang ada dan yang muncul,” lanjutnya.

Leave a Reply