Wisma Atlet Kemayoran Penuh Antrian, Ambulans Datang Tiap 10 Menit

Antrian Ambulance Di RSDC Wisma Atlet Tidak Berlangsung Lama – Kodam Jaya  Jayakarta

Najica.com – Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet Kemayoran saat ini terus menerima kedatangan pasien COVID-19. Ratusan pasien corona masuk tiap hari dalam beberapa waktu belakangan.

Bahkan sebuah video clip yang memperlihatkan kerumunan orang mengantre di Rumah Sakit Darurat COVID-19 (RSDC) Wisma Atlet Kemayoran sempat viral di media sosial.

Di dalam video yang diunggah dr Tompi, terlihat pasien yang memenuhi ruangan sedang antre mendapatkan layanan kamar. Ada yang duduk di kursi, tapi mayoritas berada di lantai.

” Mendapat sebaran video IGD wisma atlit semalam … sangat mengkhawatirkan. Remain risk-free semua.

PROKES PERKETAT! Video clip ini sy gak tau siapa yg rekam, tp semoga bs menjadi pengingat kita semua ya. Bukan untuk menakut2i tp TOLONG PAKE MASKER krn kl ampe sakit dapat ruangannya susah,” tulis dr Tompi.

Unggahan tersebut dikonfirmasi oleh salah seorang dokter yang bertugas di RS Darurat Wisma Atlet

” Betul ini Bang, pada kena psychological tim di lapangan, tetapi insyaAllah kawan tetap semangat dan mohon doanya selalu,” kata dr Efri menjawab cuitan Tompi, seorang dokter bedah plastik yang juga penyanyi kondang.

Tentang video tersebut, Koordinator Wisma Atlet Kolonel Stefanus Dony juga membenarkan.

” Iya benar, memang sedang banyak yang masuk,” kata Dony kepada kumparan, Selasa (16/4).

Kesaksian Dokter Terkait Suasana di Wisma Atlet.

Tim kumparanSAINS meminta konfirmasi kepada Dokter spesialis saluran pernapasan yang bertugas di Rumah Sakit Darurat COVID-19 Wisma Atlet, dr Efri.

Dia membenarkan video yang diunggah Tompi. Ia juga memberi izin kumparanSAINS untuk mengutip pernyataan yang diunggahnya di Twitter.

Efri mengatakan kondisi IGD dan triase Wisma Atlet ramai dengan pasien Covid. Mereka berdatangan dari berbagai wilayah pada sore dan dini hari. Kondisi ini disebut Efri sempat membuat tim tenaga medis di Wisma Atlet kaget.

” Sejak lonjakan kasus, IGD dan triase RSDCWA sudah seperti ‘pasar’ terutama aching (sampai dengan) dini hari yang datang bukan hanya silih berganti malah menumpuk,” tulis dr Efri dalam cuitannya, Selasa (15/6).

Pola seperti ini selalu terjadi pascalibur panjang, yang kali ini terkait dengan mudik Lebaran, di mana banyak orang melakukan perjalanan ke luar kota.

Para epidemiolog mengingatkan bahwa kunci penting menekan wabah penyakit adalah dengan mengurangi mobilitas publik, yang diyakini akan berdampak pada menurunnya penularan.

Kondisi ini membuat dokter dan tenaga medis di daerah perkotaan kewalahan dalam menangani pasien yang membeludak.

Kesaksian Pasien

Salah satu pasien COVID-19 di Wisma Atlet, Alif (bukan nama sebenarnya), mengabarkan kepada kumparanSAINS bahwa suasana di sana memang ramai. Ia harus antre berjam-jam untuk mendapatkan kamar isolasi pada Minggu (13/6) malam.

” Kemarin datang jam 8 malam, baru masuk (dapat kamar isolasi) jam 2 pagi,” kata pria 28 tahun.

Dalam setiap 10 menit, Alif bercerita pasti ada satu unit ambulans yang datang membawa pasien. Dia juga mendengar kabar ada ratusan calon pasien yang sedang mengantre pendaftaran saat ini untuk mendapatkan kamar isolasi.

” Antre banget, tiap 10 menit ada ambulans bawa pasien. Pas tanya-tanya di pendaftaran, ada ratusan ini. Antre!,” tutupnya.

Kata Tompi soal Video Situasi IGD Wisma Atlet yang Membeludak

Musisi sekaligus dokter, Tompi, termasuk salah satu somebody yang gencar menyuarakan soal COVID-19. Apalagi, ibunda Tompi beberapa waktu lalu diketahui meninggal dunia karena terpapar COVID-19.

Tompi tak henti-hentinya untuk mengingatkan masyarakat agar tetap menjalani protokol kesehatan yang ketat demi mencegah penyebaran COVID-19 yang masih terus terjadi hingga saat ini.

Yang terbaru, di tengah lonjakan COVID-19 yang semakin meningkat, Tompi membagikan sebuah video yang sempat viral di media sosial. Dalam video tersebut, tampak situasi terkini IGD di Wisma Atlet Kemayoran. Pasien COVID-19 tampak membeludak antre untuk mendaftarkan diri.

” Mendapat sebaran video IGD wisma atlit semalam … sangat mengkhawatirkan. Stay risk-free semua. PROKES PERKETAT!” tulis Tompi dalam akun Twitter miliknya, Selasa (15/6).

Tompi mengatakan bahwa ia sama sekali tak tahu siapa yang merekam situasi tersebut. Yang jelas, ia berharap video itu dapat menjadi pengingat masyarakat bahwa pandemi COVID-19 belum berakhir.

” Bukan untuk menakut2i tp TOLONG PAKE MASKER krn kl ampe sakit dapat ruangannya susah,” pungkasnya.

Postingan video Tompi itu pun langsung menuai reaksi netizen. Banyak dari mereka yang menyayangkan sikap orang-orang yang menyepelekan COVID-19.

BOR Wisma Atlet Kini 73,75% Usai Tambah 1.400 Tempat Tidur

Koordinator Operasional Rumah Sakit Darurat COVID-19, Kolonel Crm dr. Stefanus Dony, mengatakan saat ini kapasitas RSDC Wisma Atlet sudah ditambah.

“Kan jumlah tempat tidur sudah ditambah, saat ini tempat tidur di atas 7.000, tepatnya saat ini 7.394 (unit),” jelas dr. Dony melalui pesan singkat pada kumparan, Selasa (15/6) pagi.

Saat ini, Wisma Atlet Kemayoran telah memiliki 7.394 tempat tidur. Sebelum ada penambahan, jumlah tempat tidur hanya ada 5.994 device. Itu berarti telah ada penambahan sebanyak 1.400 tempat tidur.

dr. Dony juga turut menyampaikan BOR atau persentase keterisian tempat tidur telah mencapai 73,75 persen. Artinya, sebanyak 5.453 tempat tidur telah terisi. Sebelumnya, BOR pada Minggu (13/6) telah menyentuh angka 80,68 persen dari 5.994 tempat tidur yang ada.

Rencananya, pemerintah akan menambah kapasitas hingga 2 ribu tempat tidur. Pernyataan itu disampaikan oleh Ketua KPCPEN, Airlangga Hartarto.

“Jumlah tempat tidur pasien ada 7.937 (setelah) ditambah 2 ribu system. Jumlah yang diisolasi 5.028, jadi masih ada 2.909 bed Sehingga BOR-nya bisa 63,4 persen,” kata Airlangga, Senin (14/6).

Leave a Reply